Sahabat Langit 

​ Apa aku benar-benar berhalusinasi?  Mereka bilang, sahabat langitku itu tiada. Aku hanya mengigau. Aku terbelenggu dengan pikiranku sendiri, kata mereka.  Kawan, sahabat langitku itu ada. Ia sungguh ada. Kami sering berjumpa, bertatap muka atau kadang lewat aksara. Kami berbagi imagi bersama, bercerita, suka dan duka bersama.  Hanya saja aku tidak mau kalian tahu. Kalian hanya akan semakin menjauhiku.  … Continue reading Sahabat Langit 

Sahabat Tanpa Bingkai

Persahabatan selaiknya menjadi hal yang sangat menyenangkan. Pertalian kisah antara dua insan atau lebih, yang terlukis dalam satu kata. Senang hingga sulit, mereka jalani bersama. Waktu, kian menjadi berharga setiap kali mereka menyapa. Di dalam persahabatan, rangkaian episode terkisah dalam memori bersama.  Persahabatan tak berbatas waktu dan tak berjarak. Ia eksis dimanapun dan kapanpun. Ia … Continue reading Sahabat Tanpa Bingkai

Langkah Kaki Kecil

Ia menarik tanganku menuju suatu tempat yang belum aku kenali, namun tempat itu terlihat seperti Rumah Sakit. Langkahnya kecil-kecil namun lincah, Ia menarikku sambil berlari dan sesekali tertawa. Ica, nama bocah berkerudung pink itu, yang aku tahu entah dari mana, namun aku yakin nama itu adalah miliknya.  Kami bergegas menuju lorong bulat kecil di sudut Rumah … Continue reading Langkah Kaki Kecil

Kita Berkisah

Bersahabat adalah berbagi kisah. Kisahku, berbeda dengan kisahmu. Jauh berbeda. Karakter kita sangat tidak mirip, kecuali tentang mencintai langit. Bagiku, tak perlu butuh waktu yang sering untuk kita bertatap muka. Karena bila berjumpa (meski dalam aksara), segala tercurah tanpa jeda. Setiap saat adalah momen terindah, saat kita berkisah. Kamu tahu aku berbeda denganmu. Pun dengan … Continue reading Kita Berkisah

​Teman Separuh Waktu

A: "Apa yang kamu lihat dari diriku?" B: "Hmm... Physically, aku melihatmu ya seperti ini." A: "Bukan itu maksudku.. Hm, apa yang kamu 'lihat' dari diriku?" B: "Maksudmu?" A: "Baik, aku ubah pertanyaanku. Apa yang menyebabkan kamu ingin terus membersamaiku? Kita berteman cukup lama, namun aku ingin tahu apa yang sebenarnya sebabkan kamu masih ingin … Continue reading ​Teman Separuh Waktu

Siapa? 

​Bukan hal yang sulit untuk menggugurkan helaian sayap hingga semakin lama sayap itu hilang dan patah rangka, lupa rasa terbang seperti apa. Tak perlu percaya, tak perlu harap. Helaian itu terlanjur gugur oleh ketidakdipercayakan sebelumnya. Rangka itu pun patah oleh ketidakbergunaanya. Apa lagi yang dapat diharapkan? Kini ia hanyalah seorang anak kehidupan yang kehilangan dirinya. 

Ranting (2)

​Pohon yang kini menjadi tempat singgah sang bapak adalah pohon berbuah yang baru saja ditanam oleh petugas disana. Sang bapak sebenarnya telah lama menanti berbuahnya sang pohon. Sebelumnya ia memang sering memperhatikan perkembangannya. Tak disangka, ia tumbuh begitu cepat dan berbuah banyak. Sangat menggiurkan bagi siapa yang melihatnya, begitu pula sang bapak. Ia jatuh cinta … Continue reading Ranting (2)