Senja… 

Senja, bisakah aku melihatmu setiap saat? Aku ingin bercerita, tentang rindu yang berbatas. Sebab kini rindu itu terus memuncak. 
Bisakah pula aku melihatmu kini, senja? 

Aku lelah dikejar masa lalu

Kau tahu? Aku senang melihatmu. Maka aku selalu merindumu. Aku ingin mengubah lelahku ini menjadi senyum meski sejenak. Sebab dengan itu, aku melepas lelahku pula meski sejenak. 

Aku membutuhkanmu 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s