Escape to Lumajang part 2

Lima hari empat malam saya menghabiskan waktu liburan di wilayah yang indah bernama Lumajang. Berada di pulau jawa bagian timur, 3-4 jam dari stasiun Pasar Turi di Surabaya kalau tidak macet. Kali ini, saya kesana untuk yang kedua kalinya, bersama 18 rekan kerja yang cuti bersama. Haha. Sebelumnya, perjalanan ke Lumajang memang sudah pernah, bisa dibaca keseruannya disini. Kali ini berbeda, baru kali ini merasakan liburan yang benar-benar liburan~

Pertama menginjakkan kaki (kedua kalinya) di Lumajang, alhamdulillah kami langsung ke rumah pak Lutfin (pemilik rumah). Di perjalanan sebelumnya, kami malah langsung ke Tumpak Sewu (dengan ‘kostum’ kerja, you know lah). Setelah beres-beres, kami siap menyantap makanan yang super wenak di rumah mertua pak Lutfin, beneran enaknya (konon katanya nafsu makan saya jadi bertambah, alhamdulillah).

Singkat cerita, kami akhirnya berkunjung ke beberapa tempat yang luar biasa indah. Sebagian dokumentasinya, dapat dilihat di bawah ini 🙂

DSC00239

Itu namanya Air Terjun Kapas Biru. Perjuangan menuju air terjun cukup jauh, namun tidak sejauh ke Tumpak Sewu. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, dijumpai kebun salak, kopi, bahkan sawah. Padahal medannya….. Kebun-kebun itu milik warga. Salah satu medan yang harus dilewati, seperti ini:

DSC00188

Dari air terjun Kapas Biru, kami lanjut ke Tumpak Sewu (lagi). Namun karena hari menjelang sore, kami putuskan untuk ga kebawah, cukup foto dari atas saja (alhamdulillah)

IMG_20160325_161314_1458897314289

Lanjuuuuut.. malam hari kami habiskan dengan makan malam sop buntut yang super lezat daaaaan makan durian.. haha. Durian khas sana kecil-kecil, tapi manisnyaaaa~ dan kekalapan malam itu pun terjadi, maaf, tak bisa dihentikan sampai dipaksa pulang (ke rumah pak Lutfin) >.<

IMG_20160325_212605

Itu baru sebagian, karena esok malamnya, kekalapan yang lebih parah terjadi. Ga perlu pakai foto ya, bayangin aja kulit durian satu ember besar plus keranjang sebagai wadah sampahnya.

Esok hari, kami kesiangan. haha. Seharusnya berangkat pukul 02.00 WIB, ternyata kami baru bangun pukul 02.30 WIB~ takpeu, lanjut ke B29. Tempat ini sebelumnya pernah kami kunjungi, namun sebelumnya kami kurang beruntung karena cuaca berkabut. Alhamdulillah cuaca kali ini saaangat cerah, dan kami tidak terlambat. Matahari yang mulai menampakkan dirinya perlahan, dapat kami saksikan dari bukit 2900 mdpl ini 🙂 Ini, pemandangan yang luar biasa bagi saya, yang biasanya hanya dikasih foto sunrise dari atas gunung oleh kakak-kakak senior saya, kini dapat merasakannya sendiri.

IMG_20160326_050918

IMG_20160326_053721

Karena belum sempat sarapan, kami bergegas ke kebun kelapa milik rekan pak Lutfin. Kami langsung disuguhkan dengan kelapa asli yang kami petik langsung dari pohonnya. Kelapanya besar-besaaaaar dan segaaaar.

Setelah itu, kami lanjut sarapan di Tempoeran. Tempoeran adalah tempat dimana kami berseluncur di air, disana istilahnya Tubing, atau body rafting. Jadi, setelah sarapan, kami langsung body rafting~

e7fba159-4097-46fa-8ef3-5da4232ebe63

4 km perjalanan di atas air, seru baaanget. Meskipun saya meluncur paling belakang, entah mengapa selalu sampai duluan (sesekali berhenti sejenak di beberapa titik). Hm mungkin karena tubuh yang terlalu ringan. Tapi karena disana masih alam banget, sempat menyaksikan 2 pemandangan yang ga banget buat dilihat T_T.

Selanjutnya kami pergi ke kebun pak Lutfin. Beliau punya kebun sendiri, isinya salak, manggis, dan durian. Ada beberapa ekor kambing Etawa yang juga khasnya Lumajang beliau pelihara bersama rekannya. Sensasi memakan buah yang kita petik sendiri ituuu~~

DSC00348

Kenyang tak bacanya? haha. Ya, perjalanan yang sangat mengenyangkan, eh menyenangkan –> makan, jalan, makan, jalan, makan, terus begitu sampai kami pulang.

Esok harinya, alhamdulillah kali ini ga kesiangan. Kami berangkat pukul 02.30 WIB menuju Pantai Tanjung Papuma (Pasir Putih Malika) di Jember. Perjalanan yang cukup jauh dari rumah pak Lutfin, namun sampai disana kami disuguhi pemandangan yang luar biasa tak kalah indah, meskipun matahari yang kami kejar tak sempat kami tangkap karena bersembunyi di balik awan.

DSC00451_1459048086282

Airnya bening banget, bahkan kita bisa melihat dasarnya dari atas perahu. Foto di atas, latar belakangnya adalah Pulau Kodok yang berada di sisi kanan pantai Tanjung Papuma. Alhamdulillah dapat kesempatan naik perahu 2x, tapi tugasnya jadi tukang foto dan menjaga 2 anak pak Lutfin yang mulai beringas ketika ga ada orang tuanya di perahu T_T. Takpeu, yang penting sensasinya dapet banget.

IMG_20160327_063807_HDR_1459036247232

Maklum, objek foto saya sebenarnya bukan orang, tapi benda mati atau alam sekitar. Mau coba foto ala fotografer amatiran, terbesit untuk menjadikan perahu kertas sebagai objek foto. Karena kurang sigap, alhasil sang perahu hanyut bersama ombak yang menghantam.

e78e688c-5d7f-43a1-9201-adbf3c273655

Hari itu adalah hari terakhir kami menikmati indahnya Jawa Timur. Setelah menghabiskan waktu cukup lama di pantai, kami memutuskan untuk pulang. Namun sebelumnya, kami panen belimbing dulu di kebun rekan pak Lutfin ^^

Yap, begitulah kisah perjalanan ke Lumajang episode 2 kali ini. Jika Allah berkenan, mungkin nanti kami akan berkunjung kesana lagi, menuju objek wisata dan kebun buah yang lain. Dan seperti biasa, dengan oleh-oleh buah-buahan yang kalau ditimbang mungkin lebih berat dari masa tubuh saya.

Terima kasih banyak khususnya kepada pak Lutfin dan keluarganya, juga rekan-rekannya. Mereka, yang selalu memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamunya. Semoga Allah selalu membalas kebaikan mereka semua dengan kebaikan yang berlipat ganda ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s