Baik VS Benar

BAikruk

BAIK itu relatif, sedangkan BENAR itu mutlak. BAIK itu bersumber dari penilaian manusia, sedangkan BENAR itu bersumber dari Allah. Orang BAIK, belum tentu BENAR. Tapi orang BENAR in syaa Allah pasti BAIK, sebab kebenaran itu sudah mutlak menjadi sesuatu yang BENAR. BENAR, berarti ia melakukan sesuatu yang Allah perintahkan, sesuai dengan syariat yang Rasulullah ajarkan. Sedangkan BAIK, entah dinilai dari mana ia dipandang demikian.

Akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan dua buah isu yang sangat marak, yakni isu LGBT dan pemilu gubernur DKI Jakarta. Dua isu ini menarik, sebab keduanya sama-sama ditabrakkan dalam satu jalur yang sama bernama agama. Izinkan saya untuk menuliskan opini saya tentang dua hal ini. Ingat, ini hanya opini. Mungkin nanti ada beberapa pihak yang tidak suka dengan opini saya, up to you 🙂

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender, atau yang akrab kita dengar dengan singkatan LGBT, banyak pihak yang mendebatkan apakah “mereka” pantas dilegalkan atau tidak. Isu ini sekarang mulai redup di media. Ya, begitu besarnya peran media dalam mengcounter isu ini dengan isu lain, sehingga tidak banyak lagi orang yang fokus membicarakan hal ini. Banyak pihak yang menjelaskan bahwa LGBT adalah penyakit menular, ada pula yang mengatakan bahwa LGBT berasal dari gen LGBT. Pendapat kedua terbantahkan dari berbagai penelitian dari para ahli. Lalu, apakah ia menular? Ya, jelas. LGBT bukan menular dengan media kulit atau udara atau air atau sebagainya, namun ia menular dengan pola perilaku yang terbentuk akibat seringnya berinteraksi dengan orang-orang berlatarbelakang LGBT. Teori H. L Blum yang mengatakan bahwa lingkungan adalah faktor terbesar penyebab penyakit, benar dalam isu ini. Lingkungan sosial lah yang berpengaruh besar, lingkungan sosial lah yang bertanggung jawab besar atas tertularnya penyakit ini. Dulu, belum banyak “wadah” yang menaungi orang-orang LGBT, sehingga “mereka” masih sembunyi-sembunyi dari masyarakat. Namun sekarang, “mereka” seolah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, sehingga “mereka” berani unjuk diri dan membela komunitas mereka di hadapan dunia.

BAIK kah LGBT? Saya lelah dengan ucapan-ucapan mereka yang membela LGBT atas dasar kesetaraan gender dan HAM. Hellow?? Untuk pembahasan kesetaraan gender, pernah saya ulas dalam bahasan Emansipasi Wanita (?). Baik, sekarang saya bahas tentang HAM. Hak Asasi Manusia, memang mengajarkan kita tentang hak apa saja yang seharusnya didapatkan oleh manusia, dalam segala aspeknya. Hak yang paling menonjol disini adalah hak untuk saling mencintai. Memang iya, setiap manusia diberikan fitrah untuk saling mencintai. Namun, lupa kah kita bahwa fitrahnya pula manusia diberikan kecenderungan untuk mencintai lawan jenisnya? Sistem reproduksi manusia pun, disetting oleh Allah untuk berpasangan.

Kemudian, alasan mengapa saya menolak keras LGBT adalah… Dalam LGBT, terdapat pembagian peran antara dua pasang yang tak pantas dipasangkan itu. Di dalamnya, tetap ada peran laki-laki dan perempuan bukan? Lalu untuk apa berpasangan dengan sesama jenis, kalau tetap ada peran laki-laki dan perempuan disana? Mungkin ada beberapa kaum LGBT yang mengaku sakit hati dengan pasangannya terdahulu, sehingga mengeneralkan bahwa sang laki-laki atau perempuan di dunia ini sama jahatnya. Broo, masih ada banyak stok di luar sana.. Lagi pula, siapa yang suruh Anda pacaran sebelum menikah?

Ada lagi alasan saya.. Bagaimana nasib anak yang “lahir” dari pasangan LGBT? Pernah saya baca artikel, bahwa anak “mereka” justru menjadi korban pelampiasan nafsu kedua orang tuanya, jadi sejak kecil anak tersebut mendapat perlakuan demikian yang akan menyebabkan anak tersebut akan berlaku sama hingga kemudian hari. Apakah sang orang tua itu tidak memperhatikan masa depan anaknya? Egois sekali.

Isu kedua tentang pemilihan gubernur DKI Jakarta. Sekarang ini awak media sedang gencar menayangkan berita ataupun obrolan-obrolan seputar ini. Ya, saya adalah bagian dari masyarakat Jakarta. Nanti pun, saya harus memilih salah satu calon yang diusungkan. Ada satu pernyataan geli yang mengganggu saya, “lebih baik pemimpin kafir namun adil, daripada muslim namun korupsi.”

Balik lagi ke pernyataan saya di awal, BAIK adalah penilaian manusia, sedangkan BENAR adalah bersumber dari Allah. Mungkin tulisan ini saya tujukan untuk saudara-saudara saya yang muslim, sebab saya membawa nama Allah dan keyakinan saya dalam tulisan ini. Saudaraku, Islam mengajarkan kita untuk memilih pemimpin yang beriman. Jika TIDAK ADA SATUPUN dari mereka yang beriman, maka pilihlah orang yang dengannya Islam dapat terus terjamin berkembang dengan baik.

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin / pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Q.S Ali Imran: 28)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin / pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (Q.S AnNisa: 144)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (Q.S Al Maidah:57)

Tiga ayat di atas, tidakkah cukup menjadi alasan untuk memilih yang beriman? Masih mencari pembenaran lain untuk memilih yang tidak beriman? Coba dalemin lagi ayat yang kedua 🙂

Permasalahan BAIK dan BENAR, menjadi dua hal yang kini diperdebatkan di dunia kita. Semoga tulisan ini menjadi pencerahan, meskipun sedikit sekali, kepada teman-teman yang masih ragu dalam memilih mana yang BENAR.

Semoga Allah menjaga kita semua, dan senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang BENAR. Dengan kita melakukan hal yang BENAR, in syaa Allah, Allah dan orang-orang beriman akan menilai kita sebagai orang yang BAIK. Semoga Allah membuka mata kita terhadap persoalan akhir zaman ini, dan terus meluruskan pemahaman kita akan kebaikan dan kebenaran. Aamiin

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s