Sepotong Surat

Untuk kakak yang kucintai..
Terima kasih atas beribu pengertian yang kakak berikan..
Terima kasih pula atas papahan yang kakak tawarkan..

Sejujurnya aku nangis, bukan hanya karena aku sedih..
Ada hal lain yang aku rasa, sehingga air mata tak tertahan dan mengalir deras..
Entah bagaimana Allah titipkan seseorang sepertimu, kak..
Sehingga cukup dengan senyuman dan kata semangat, engkau mampu membuat air mata mengalir deras.
Lembutnya katamu, mampu memecah batu kecemasan hingga menjadi serpihan.
Tegasnya sikapmu, mampu meluruskan jalan yang kukira berkelok.

Kuakui, ini bukan yang pertama kalinya..
Dulu, saat kita hanya bertiga, kala itu adalah saat perpisahan dengan saudari kita..
Mengapa hanya ada senyum di wajah kakak?
Sedangkan saat itu kami menangis saling menatap.
Pun saat-saat lain yang membuatku merasa beruntung memilikimu, sekaligus membuatku merasa bahwa aku pasti bisa sekuat dirimu.

Kakak, terima kasih banyak..
Atas senyummu, atas ketenanganmu, atas semangatmu, dan atas doamu..
Murabbi ku tercinta, kuharap kita selalu bersama hingga surgaNya, melangkah bersama kesana, hingga Allah ridho berjumpa dengan kita..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s