Menjadi Seniman

Apa yang kita bayangkan dari kata ‘seniman’? Menurut KBBI online, seniman adalah orang yang mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan dan menggelarkan karya seni (pelukis, penyair, penyanyi, dsb). Seni itu sendiri mempunyai makna kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa) (KBBI online). Mari kita bayangkan apa itu seniman. Mungkin ia adalah seseorang yang mampu mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, bahkan mungkin uang tiada mampu menandingi hasil karyanya. Berseni, menghasilkan karya yang indah dan menakjubkan.

Kita tahu bahwa kita punya Sang Maha Seniman, yakni Allah swt. Ah, tak perlu lah menyebutkan apa saja karyaNya, sebab seluruh nikmat yang kita rasakan ini sesungguhnya hanya secuil karya Sang Maha Pencipta. Sedangkan tiada kesanggupan bagi kita untuk menghitung nikmatNya. Banyak? sangat.

“Tidak semua orang bisa jadi seniman, tapi seniman dapat berasal dari mana saja.” (SM)

Sebagai manusia, kita punya keterbatasan untuk menciptakan sesuatu. Terutama sesuatu yang hidup (bernyawa, dapat bergerak, memiliki ruh). Namun memang benar bahwa ada banyak orang yang disebut sebagai seniman. Namun memang itu tak berlaku untuk semua orang. Hanya orang-orang tertentu yang mampu menjadi seniman sejati. Mereka, yang berkemampuan khusus untuk membuat sesuatu yang bernilai tinggi, meskipun sesuatu tersebut bukanlah sesuatu yang hidup. Ingat, hidup mati adalah kuasa Allah. Tiada yang mampu menghidupkan sesuatu atau mematikannya, tanpa kehendakNya. Sebuah seni manusia dikatakan hidup jika berhasil menakjubkan orang lain, seolah ia hidup.

Seniman dapat berasal dari mana saja. Tak harus ia adalah orang yang jago menari, melukis, menggambar, dan sebagainya. Bagaimana dengan kita, orang biasa saja, yang tidak memiliki kemampuan demikian?

Jangan berkecil hati. Sesungguhnya, kita –yang tak berkemampuan khusus menciptakan sesuatu yang disebut dengan seni- bisa menjadi seorang seniman. Ingat tentang tokoh Arai dalam film Sang Pemimpi? Berawal dari impian, ia berusaha menjadikan impian tersebut menjadi kenyataan.

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.” (Andrea Hirata)

Mimpi, suatu keinginan diri dalam menciptakan sesuatu yang menurut diri kita adalah baik, dan jika tercapai akan menjadi karya yang luar biasa –setidaknya bagi diri sendiri-. Kita bisa menjadi seorang seniman dengan impian kita. Bermimpilah setinggi-tingginya. Bayangkan apa yang dapat kita ciptakan dengan tangan kita. Kembali ke makna seni yang tertulis di atas: “kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa).”

Manusia memiliki satu perbedaan besar dari makhluk lain, yakni akal. Maka pergunakan akal kita sebaik-baiknya. Manfaatkan, kembangkan, ledakkan potensi kita dengannya. Maka suatu hari nanti, kita akan sadar, bahwa kita mampu membuat karya yang luar biasa tersebut.

Kita lah seniman itu. Kita mampu. Tentunya apabila kita berusaha mewujudkan impian kita tersebut. Jangan menyerah, sebab menyerah berarti kalah. Kalah oleh diri sendiri bukankah memalukan? Menyerah berarti mematahkan potensi. Terlebih, ia adalah bentuk tidak bersyukur terhadap nikmat Allah berupa akal. Maka, bermimpilah dan wujudkanlah.


Pesanan seorang teman,

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s