Dua Pemberian

bagi saya, ada dua pemberian yang lebih berharga dari sebuah pemberian hadiah. mereka, dua hal yang lebih mahal dari sebongkah berlian. dan mereka, dua hal yang bahkan lebih nikmat dari nikmatnya dunia.

satu di antaranya adalah pemberian doa. ia sungguh mudah terucap dari lisan maupun hati pemberinya. dan sungguh mudah mewujudkan bagi Allah jika Allah berkehendak. bahkan doa tersebut akan kembali pada si pemberinya selama ia adalah kebaikan. ia adalah sebuah mekanisme serah-terima: menyerahkan doanya pada Sang Maha Kuasa untuk nama dalam doa tersebut, juga menerima kebaikan dari apa yang didoakannya tersebut. ia adalah sebuah pemberian tanpa batas dan tanpa perlu biaya, gratis. doa, mampu menembus dimensi ruang dan waktu, dunia hingga akhirat.

satu yang lainnya adalah pemberian maaf. meski terkesan mudah, sesungguhnya ialah pemberian yang tersulit. sebab ia melibatkan hati: sesuatu yang jika baik maka akan membaikkan seluruhnya, sesuatu yang mudah Allah bolak-balikkan, sesuatu yang mudah hancur namun sulit diperbaiki, sesuatu yang mudah terpengaruh oleh lima indera manusia yang terbalut prasangka. tak semua orang mampu memberikannya pada orang yang telah menyakitinya.

pemberian maaf selalu beriring sesak, wajar memang. selalu, rasa kecewa pasti muncul menyesakkan dada. namun maaf adalah obatnya. ia bagaikan kunci dari borgol penjara. ia mampu melunakkan dua hati yang sedang terluka. merubah duka menjadi suka, merubah benci menjadi cinta. ia mampu menguatkan ikatan persaudaraan dua insan. pemberian maaf hanya dapat dilakukan oleh orang yang berjiwa kuat, perlu kesabaran tingkat tinggi dalam melisankannya. dan utamanya, Allah menjanjikan kebaikan bagi orang yang mampu melakukannya.

“… namun siapa yang memaafkan dan memperbaiki (hubungannya), maka pahala baginya di sisi Allah. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim.

(QS Asy Syura 40)

Allah menyandingkan tidak hadirnya pemberian maaf dengan kedzaliman. pemberian maaf yang tidak terlaksana, berarti mendzalimkan orang maupun dirinya sendiri. berarti, ia telah membiarkan orang yang berselisih dengannya hidup dalam prasangka dan rasa bersalah. pun dirinya, ia telah membiarkan dirinya menjadi orang yang Allah tak cinta.

memberikan maaf memang sulit, namun tetap dapat dilakukan. jadilah pribadi yang berjiwa pemaaf dan peminta maaf. alangkah lebih baik jika maaf tersebut diminta sebelum yang lain terluka, dan diberikan sebelum ada yang meminta.

…dan bergegaslah kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya di saat lapang dan susah (sempit) dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan yang berbuat kesalahan kepadanya dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(QS Ali Imran 133 dan 134)

Capture


Allah saja Maha Pemaaf, masa’ manusia bisa sombong dengan tidak memaafkan..

wallahu a’lam

-nasehat untuk diri sendiri-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s