Luruskan dan Rapatkan Barisanmu

menjalani peran sebagai makmum dalam sholat berjamaah, selalu terlintas pikiran tentang shaf sholat, dan terkadang sering mengaitkan dengan hal-hal kehidupan #tsaaah

“Luruskan, dan rapatkan barisannya..!” itu kalimat yang selalu diucapkan oleh imam sholat berjamaah sebelum memulai sholatnya. lurus, kaki kita nempel kaki orang di sebelah kita, pundak kita nempel sama pundak orang di sebelah kita. tapi, bagaimana realitanya? mungkin perintah itu hanya dipatuhi oleh kaum Adam. sebagai kaum Hawa yang berada nun jauh dari sang imam, sungguh sulit mempraktekkannya T__T

salah satu fasilitas yang tersedia di masjid atau mushola adalah sajadah atau karpet panjang yang bercorak sajadah. nah ini nih! setiap kaum Hawa, sangat memanfaatkan fasilitas yang disediakan ataupun yang mereka bawa tersebut: sajadah. satu orang menguasai satu sajadah, hanya untuk beliau seorang. padahal dengan kondisi tersebut, sangat dimungkinkan untuk menciptakan barisan yang tidak lurus dan tidak rapat. mungkin ada beberapa orang yang paham untuk berusaha merapat pada orang di sampingnya, namun sungguh itu sulit. setiap kaki kita mendekat, kaki orang lain menjauh, dan pada akhirnya menggeser sajadahnya menjauh 😦 pun dengan pundak, sama saja.

apa yang salah sebenarnya?
mungkin tidak banyak yang paham bahwa hal tersebut sudah diperintahkan oleh Rasulullah. pun sang imam mungkin tidak menjelaskan alasan harus dirapatkan dan diluruskan barisan sholatnya. sehingga untuk mengamalkannya butuh pendekatan yang lebih. terlebih, untuk memberitahu kepada kaum ibu, yang.harus.sabar~

“Luruskanlah shaf-shaf, sejajarkanlah pundak dengan pundak, isilah bagian yang masih renggang, bersikap lembutlah terhadap lengan teman-teman kalian (ketika mengatur shaf), dan jangan biarkan ada celah untuk (dimasuki oleh) syaithan. Barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya), dan barangsiapa yang memutus shaf maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya).”
(
HR Abu Daud)

lalu apa hubungannya dengan kehidupan sehari-hari?
pernah terpikir kah, mengapa sesama umat Islam saja syulit disatukan?

mungkin ada hubungan antara tidak rapatnya shaf sholat dengan tidak rapatnya hubungan antar sesama manusia (belum ada penelitiannya, hanya asumsi). ibarat kata, “jika untuk sholat saja sulit disatukan, apalagi menyatukan pemikiran dan aksi meninggikan Islam berjamaah?

setiap golongan merasa bahwa golongannya adalah yang paling baik, merasa golongannya paling benar. padahal, status yang tertera adalah sama: Islam. seharusnya, setiap pemeluknya berupaya untuk menyatukan kekuatan untuk bersatu. ibarat bangunan, saling menopang satu sama lain sesuai perannya, saling menambal kekurangan saudaranya. sehingga bangunan tersebut kokoh tak tertandingi (kayak jargon salah satu produsen semen aja).

Sungguh luruskanlah shaf kalian, atau (jika tidak) Allah akan benar-benar menimbulkan perselisihan di antara wajah-wajah kalian.”
(HR Bukhari dan Muslim)
dengan hadits tersebut, bisakah ditarik kesimpulan demikian?
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
(Q.S Shoff: 4)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s