Pak Dewo

saya ingin bercerita, tentang seseorang yang sedikit banyak sangat mempengaruhi hidup saya. seseorang yang sangat luar biasa kebaikannya, bahkan ucapan yang keluar dari lisannya sangat tidak disangka.

beliau, sebut saja pak Dewo. seorang pegawai sebuah instansi kesehatan milik pemerintah di Jakarta. secara jabatan, beliau adalah salah satu orang penting di sana. sulitnya bertemu dengan beliau memperlihatkan bahwa beliau sangat banyak kerjaan.

pertama kali saya bertemu beliau adalah di ruang kerjanya, bersama beberapa pegawai lain di sana. itu pun saya sama sekali tidak tahu ada seorang beliau. awalnya saya nekat ke sana dengan modal bertanya pada satpam,

Permisi pak, kalau saya mau ketemu sama orang kesling, kemana ya pak?“,
Kesling… oh ke pak Eko saja, di lantai 3.“,
Baik pak.. terima kasih..

sampai di lantai 3 dan bertemu pak Eko (ternyata beliau maunya dipangil mas Eko .__.) saya ceritakan maksud saya datang kesana. kemudian beliau menyarankan saya untuk bertemu langsung dengan atasannya, pak Dewo.

singkat cerita, akhirnya saya bertemu pak Dewo tersebut. itu pun saya nekat bertanya langsung setelah menunggunya sekian lama, “Permisi pak, maaf.. apa benar bapak yang namanya pak Dewo?“, “Oh iya, mbak. mbak yang tadi sms saya ya? maaf belum dibalas mbak. ayo sini silahkan..”. setelah itu, saya gamblang ceritakan seeeemua maksud saya bertemu beliau. ini berkaitan dengan skripsi saya.

ternyata maksud saya kesana sangat diterima baik. bahkan beliau sangat mendukung dan berniat membantu saya hingga tuntas. ini juga disebabkan skripsi saya berkaitan dengan jobdescnya disana. jadi saling membantu 🙂

seiring berjalannya waktu, beliau adalah salah satu orang yang paling getol menanyakan progress skripsi saya. *terharu*. namun sejalan dengan itu, saya sempat khawatir dengan sikap beliau, karena sikapnya cukup di luar kebiasaan kebanyakan orang: bertanya di waktu-waktu ekstrem (pagi banget, atau malem banget) yang mungkin karena hanya punya waktu di saat itu, ‘memaksa’ dikirimkan progress skripsi saya, mengoreksinya, memberi masukan, mendoakan, mendorong saya untuk terus berusaha, menasehati saya, dan segala macam hal yang sewajarnya -pada orang yang baru kenal- tidak dilakukan. beliau BUKAN pembimbing skripsi saya, namun justru beliau yang terus-menerus membimbing saya. *makin terharu*

pernah saya ceritakan hal ini pada teman saya, yang ternyata dia juga pernah berurusan langsung dengan beliau. tanggapannya sama, “Beliau emang begitu orangnya, Lis.” alhamdulillaah..

ini sedikit kutipan percakapan yang saya ambil dari WhatsApp saya bersama beliau:

Bapak terima kasih banyak ya paaak.. semoga Allah membalas dengan yg jauh lebih baik 😀 “

Insya Allah, semua akan baik dengan niat baik.”

Bapak, dosen saya belum kasih respon lagi pak.. padahal udah saya ingetin tiap hari pak.. gimana ya pak?”

Bismillah…..coba lagi deh. insya allah kali ini bisa. dengan bismillah, insya allah akan ada kemudahan buat kamu.”

*sediain ember dan lap buat ngelap air mata*


banyak hal yang beliau berikan pada saya, yang ternyata sangat berbekas pada diri saya. saya belajar dari keteduhan ucapan-ucapan beliau, yang mampu memunculkan optimis dengan tetap menjelaskan konsep tawakkal pada Allah. bahwa apapun yang kita lakukan harus dilandasi dengan niat baik dan selalu melibatkan Allah di setiap urusan kita, hingga akhirnya biar Allah yang mengaturnya dengan indah.

“Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah selepas amalan-amalan yang fardhu ialah menggembirakan seorang muslim, engaku berikan pakaian untuk menutup auratnya, atau engkau mengenyangkan ketika dia kelaparan, atau engkau tunaikan hajatnya.
(HR. At-Tabrani)

semoga Allah melapangkan dan memberkahi segala urusanmu, pak..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s