Memaknai Ukhuwah

“namun, ukhuwah mengajari kita untuk husnuzhon,
ukhuwah juga yang menjaga lisan dan kata-kata ini tetap menyanjung kalian,
ukhuwah juga yang memaksa diri untuk terus mencoba memahami kalian apa adanya kalian,
ukhuwah juga yang tiada henti mengingatkan diri untuk bercermin pada kalian,
ukhuwah juga yang tak bosan menggerakkan bibir tuk mendo’akan kalian,
dan ukhuwah sejatinya menuntut perawatan,
dengan berkumpul bersama, berbincang bersama, bahkan syuro bersama, bekerja bersama, dengan berniatkan keikhlashan pada Allah,
jalan2 bersama, itupun tuntutan ukhuwah…

namun, ukhuwah tidak berhenti pada aktivitas kasat mata semata,
bagaimana kita mengerti kebutuhan saudara kita, dan bagaimana kita mengerti kondisi saudara kita, dan lantunan do’a kita menyebut satu persatu nama saudara kita, itulah ukhuwah…

tapi yang jelas, ukhuwah pun butuh pengorbanan…
terkadang untuk menjaga perasaan saudara kita, kita harus mengorbankan perasaan kita,
terkadang untuk membantu kebahagiaan saudara kita, kita harus mengorbankan sebagian kebahagiaan kita,
namun, dengan ukhuwah, pengorbanan kita akan terasa manis, semanis ukhuwah ??”

-SW-


mungkin ini lah secuil jawaban dari apa yang saya pertanyakan selama ini. jawaban atas ujian-ujian yang masih terus Allah berikan pada saya. tentang makna ukhuwah yang sebenarnya, tentang akibat dari iman. inilah jawaban dari pertanyaan mengapa mereka tak lelah dan tak berkata sudah di jalan yang membutuhkan banyak pengorbanan. inilah jawaban dari pertanyaan mengapa mereka tak pernah pikir panjang akan harta dan jiwa yang mereka gelontorkan begitu saja. hanya untukNya, untuk mendapat keridhaanNya semata.

“duhai Allah..
mohon jaga mereka semua karena cintaku padaMu yaa Rabb..
jadikan setiap peluh mereka, setiap langkah mereka, setiap kata dari lisan mereka, setiap senyum mereka, dan segalanya dari mereka, adalah pemberat kebaikan mereka yang memudahkan mereka berlari menuju syurgaMu nan megah yaa Rabbanaa..
duhai..
aku mencintai mereka karenaMu, Allah..
sungguh aku mencintai mereka..
mohon jaga kami dalam ketaatan padaMu
mohon ridhai dan berkahi apa-apa yang kami lakukan untukMu

duhai Allah..
betapa banyak zhon yang terbesit di pikiran hamba atas saudara-saudari hamba..
betapa tak mengerti hamba atas apa yang Engkau tetapkan atas kami..
maafkan hamba yang sungguh tak lebih baik dari mereka..
mohon bimbing hamba yaa Rabb..
yaa Rahman.. yaa Rahiim.. yaa Muqallibal Qulub.. tsabbit quluubanaa fii thoo’atik ‘alaa diinik..”

ana uhibbukum fillah, Kabar 48 🙂

DSC02504

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s