Mungkin Memang Seperti Itu

Dari sekian banyak hal yang ingin saya dapatkan, Allah banyak memberikan kehendak yang berbeda. ya, saya ditempatkan di posisi yang mungkin terlihat mudah dan biasa bagi sebagian besar orang. namun bagi saya dua posisi itu amat berat, mengingat satu kaki saya berarti sudah berada di neraka dan akan terjatuh kesana jika saya tak berhasil membawa mereka semua dengan baik.

banyak hal, dan di salah satunya, saya sangat meminta pada Allah untuk menjauhkan pikiran saya dari satu hal itu, bukan tentang amanah tapinya. dan Alhamdulillah Allah menjawabnya dengan memposisikan saya di sini. pikiran saya yang selama ini terkacaukan dengan satu hal yang sangat mengganggu itu dapat terganti dengan memikirkan jamaah.

ya, Allah amat baik. Allah ingin saya menjadi bagian dari mereka semua. memikirkan dakwah yang -pada masa saya kini- begitu banyak goncangan dan desakan dari banyak pihak, dari orang-orang yang menuntut perubahan dan hasil yang signifikan. kami harus bisa memutar otak agar kami dapat buktikan bahwa kami bisa dan kami mampu melakukannya. kami tak mau hanya sekadar menjalankan arahan, tapi kami mau melakukannya jika memang itu dibutuhkan.

saya bersyukur memiliki squad yang dapat saya andalkan. sebenarnya saya malu karena saya tak ada apa-apanya dibanding mereka. mereka lah orang-orang yang tangguh dan kompeten di bidangnya, orang-orang yang saya dan ketua pilih untuk bisa membawa dakwah yang lebih baik. untuk tataran staff, secara kualitas memang dapat dikatakan ada ketidakmerataan kompetensi, namun saya yakin bahwa kami bisa. hanya butuh polesan-polesan komitmen dan ukhuwah yang harus terus terjaga. meskipun kami terpaksa ditinggalkan oleh orang-orang yang lebih ekspert, namun saya yakin squad saya ini bisa. kami pasti bisa menciptakan perubahan itu, perubahan yang lebih baik pastinya.

semua kata-kata manis di awal memang tak ada apa-apanya jika tidak dilakukan secara kontinyu. semua ucapan hanya akan menjadi ucapan ketika tidak ada langkah konkrit untuk mewujudkannya. dan apa yang akan kita banggakan di hadapanNya ketika Ia meminta pertanggungjawaban dari kita? mungkin kita hanya mampu menjawab kehadiran kita dalam syuro-syuro, harta kita, pikiran kita, dan apapun itu. namun semoga hal-hal itu justru menjadi pemberat amal kebaikan kita ketika kita ikhlas menjalankannya karena Allah semata, hanya mengharap ridhoNya.

“Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu… Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai…”

Alm. Ustadz Rahmat Abdullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s