Berburu Lailatul Qadar

Image

QS Al-Qadr (97)  1-5

MENGENAL LAILATUL QADAR

“Telah hadir bulan Ramadhan di tengah-tengah kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan dari (mendapat fadhilah) malam tersebut, berarti ia telah diharamkan dari semua kebaikan. Dan,tak ada yang diharamkan darinya selain orang-orang yang benar-benar merugi.”
(HR Ibnu Majah)

Secara Harfiah, Laila : Malam, Qadar : takaran,ketentuan,ukuran yg bernilai dan terbatas. Para ulama mendefinisikan :
1. Malam Kemuliaan
    Sebab,pada malam itu Allah menurunkan kitab suci Al-Qur’an yang merupakan sumber kemuliaan bagi umat manusia.

“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang penuh berkah,..” (QS Ad-Dukhan : 3)

 2. Malam yang Sangat Bernilai
     Sebab,pada malam itu ketaatan manusia akan mendapatkan nilai dan pahala yang luar biasa.

    Yuk kita berhitung sejenak ^^ :
Lailatul Qadar setara dengan 1000 bulan (khairun min alfi syahr);
1 bulan = 30 hari
1x amal kebajikan pahalanya dilipatgandakan 10x,maka nilai 1 ibadah seorang hamba di LQ sebanyak 300.000% (1000x30x10)

3. Malam yang sesak oleh malaikat
    Dalam kitab Mazhahirul Haq tertulis bahwa di malam itu malaikat diciptakan. Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Quran menyatakan,malam Lailatul Qadr bermandikan cahaya Allah, cahaya malaikat dan cahaya roh sampai terbit cahaya fajar.

KEISTIMEWAAN LAILATUL QADAR

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan..” (QS Al-Qadr : 3)

  • A’isyah meriwayatkan bahwa ketika masuk 10 hari terakhir (di bulan Ramadhan),Rasulullah menghidupkan malam,membangunkan keluarga,dan mengencangkan sarungnya. (Muttafaqun Alaih)
  • Lailatul Qadar tidak datang setiap waktu, ia hanya datang sekali dalam setahun. Ia pun tanpa ta’yin (ketetapan) pada hari ke berapa di bulan Ramadhan.Kalaulah Rasulullah menyebut urutan tanggal tertentu (missal malam ganjil di sepertiga akhir Ramadhan, atau bahkan 27-akan dibahas di sesi hikmah dirahasiakannya lailatul qadar) itu pun masih sebatas ancer-ancer bukan kepastian.
  • Logika awam pun membenarkan bila sesuatu yang bersifat istimewa namun jarang terjadi,akan dianggap sebagai kesempatan emas.
  • Peristiwa-peristiwa agung yang terjadi pada malam Lailatul Qadar,membuat ia begitu istimewa :

1. Turunnya surat yang diberi nama Al-Qadar.

     Asbabun nuzul : Menurut Imam Mujahid, surat ini turun tatkala suatu hari disebut-sebut di hadapan Nabi seorang laki-laki Bani Israil yang setia membawa senjatanya berperang di jalan Allah selama seribu tahun.Mengingat umur umatnya tak sampai seribu tahun,Nabi merasa tak mampu menyaingi amal tersebut.Lalu turunlah surat ini yang termasuk surat Makkiyyah, urutan turun ke 25.

  • Makna kalimat “Al-Qadar”

Sebagai “Malam Penentuan dan Pengaturan” à “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad-Dukhan:4)

  • Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan

Mengandung 3 penjelasan :
a. Merupakan hak mutlak Allah untuk memuliakan sesuatu lebih mulia daripada lainnya, begitupun dalam memuliakan sebagian bulan.
b. Lailatul Qadar adalah kesempatan untuk memanjangkan umur.
    1000 bulan = 83 tahun
    10x saja kita dapat meraih Lilatul Qaar,berarti kita telah “memanjangkan” umur menjadi 830 tahun. Nikmat mana yang lebih besar daripada ini? Ini pun membuktikan bahwasanya :

“Kita adalah umat terakhir (di dunia), namun mendahului (pertama kali) pada hari kiamat” (HR Muslim)

Karena Lailatul Qadar sebagai rahmat bagi umat Muhammad untuk diberi kesempatan dari Allah mendapatkan peristiwa Lailatul Qadar dan berlomba-lomba melaksanakannya.

c. Bukan seberapa lama umur dapat kita panjangkan namun yang penting justru berapa banyak nilai pahala yang bisa kita raih. “Beramal dalam waktu yang sedikit dengan perolehan pahala yang berlipat,dengan satu malam saat Lailatul Qadar!”

  • “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadar:5)
    Allah menghendaki salam (selamatnya) alam semesta diliputi rasa aman dan ketentraman yang hanya ada di bawah naungan Islam.
  • Lailatul Qadar menjadi salah satu “perayaan” Islam
    Mestinya,ia menjadi titik tolak yang sangat menentukan dalam kehidupan seorang Muslim-bukan berlalu begitu saja.

“Bukan hanya mempertanyakan bagaimana mengisi Lailatul Qadar dengan berbagai macam ibadah,namun perlu konsekuensi kontinuitas amal ibadah setelah malam itu berlalu.”

2. Malam Al-Quran
“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang penuh berkah, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS Ad-Dukhan : 3)

3. Malam Bertabur Berkah

4. Penentuan ajal dan rezeki selama satu tahun (QS Ad-Dukhan : 4)

5. Pelipatgandaan pahala (QS Al-Qadr : 3)

6. Turunnya malaikat ke dunia membawa kebaikan,barakah,rahmat dan ampunan.
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.” (Al-Qadr:7)

7. Malam bebas dari dosa, maksiat, sebaliknya penuh ibadah dan ketaatan.

8.Malam ampunan bagi siapa yang mau bertaubat.

HIKMAH DIRAHASIAKANNYA LAILATUL QADAR

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.”
(HR Al-Bukhari, Muslim, dan Al-Baihaqi)

  • Allah menyembunyikan keridhaan-Nya pada setiap ketaatan,hingga timbul keinginan untuk melakukan seluruh ketaatan dan ibadah. Demikian Allah juga menyembunyikan kemurkaanNya pada setiap perkar maksiat,agar kita berhati-hati dan menjauhi semua maksiat.
  • Kerahasiaan malam Lailatul Qadar ditujukan agar hambaNya dapat mengagungkan dan menghidupkan seluruh malam Ramadhan untuk mendekatkan diri kepadaNya.
  • Tetapi Allah Maha Bijaksana,dengan rahmatNya,Ia bombing RasulNya untuk menjelaskan perkiraan hari yang lebih dekat kepada jatuhnya Lailatul Qadar.
  • Menurut riwayat dari Uadah bin Shamit,suatu malam Rasulullah keluar rumah untuk menjelaskan kedatangan Lailatul Qadar,dan ketika itu ada dua orang sahabat yang sengit berdebat.Beliau bersabda :

“Aku keluar untuk mengabarkan kepada kalian malam Lailatul Qadar,tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya;mungkin ini lebih baik bai kalian.Carilah di malam 29,27 dan 25.” (HR Bukhari 4/232)

  • Banyak pendapat tentang kedatangan Lailatul Qadar,lebih lanjut Syaikh Dr.Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan :

“Semua tanda ini tidak memberi kepastian mengenainya. Tidak mungkin ia berulang-ulang,karena maam Al-Qadar selalu berbeda-beda cuacanya dalam berbagai Negara,berbeda pula waktuya. Jadi, mustahil untuk mendapatkan titik temu dalam waktu serentak.

MEMAKNAI 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN : AMAL SHALIH SEBAGAI SENJATA BERBURU

“Barangsiapa berdiri (untuk ibadah) pada malam Lailatul Qadar, dengan iman dan mengharap (pahala dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR Muslim)

Malam bertabur pahala
Amal shalih yang istimewa yang dapat dilakukan untuk menemukan malam Lailatul Qadar adalah dengan Iktikaf.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi melaksanakan iktikaf setiap Ramadhan selama 10 hari.Di tahun beliau wafat,beliau beriktikaf selama 20 hari.”
(HR Al-Bukhari)

  • Secara bahasa, iktikaf : menetapi sesuatu dan tinggal di sisinya à menempati suati tempat.
  • Secara istilah,iktikaf : diam dan tinggal di masjid untuk beribadah.
  • Iktikaf adalah uzlah (menyepi) –dari kesibukan duniawi,berkonsentrasi penuh dalam beribadah kepada Allah-.
  • Apa yang bisa diperoleh dengan beriktikaf?

1. Powerfull Ibadah

Memfokuskan diri untuk ibadah seperti solat,doa,dzikir dan mmbaca Al-Quran dimana ibadah dengan niat karena Allah menghasilkan pahala.

2.Memburu Lailatul Qadar

   Rasulullah memfokuskan “perburuan” di 10 hari terakhir Ramadhan, karena Lailatul Qadar menjadi ruh dan motivasi utama pelaksanaan iktikaf.

3.Menyepi dan lebih mendekatkan diri kepada Allah

Ketika kehidupan jauh dari urusan duniawi,maka akan tercipta suasana batin yang tenang,hening,khusyuk dalam ibadah yang menjadi obat yang tidak terganti.

  • Mengapa harus tinggal di masjid?

1. Tinggal di masjid dalam waktu cukup lama dapat membuat seseorang mencintai sepenuh hati,menyadarai keagungan dan kehormatan rumah Allah. Kecintaan terhadap masjid dapat menjadikan kita sebagai salah satu kelompok yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat kelak.

2. Tinggal dan diam di masjid dapat meliatgandakan pahala dan dimintakan ampunan oleh malaikat.

3.Melatih zuhud

4.Hijrah dari lingkungan yang buruk,membebaskan ibadah.

5.Kesempatan taubatan nasuha

6.Hati pun tenang

  • Ranjau-ranjau Muktakifin

1. Tidak memahami makna iktikaf.

2. Terlalu banyak tidur saat menjalankan iktikaf.

3.Berlebihan dalam menggunakan HP atau gadget lainnya.

4.Terlalu banyak ngobrol yang tidak bermanfaat.

5. Tidak memulai amal-amal ibadah –seperti tilawah dan solat sunnah- dengan wudhu yang baru.

6. Menghabiskan waktu dengan membaca buku.

7.Tetap melaksanakan iktikaf,padahal kondisi kelurga tidak memungkinkan.

  • Hukum Iktikaf

1. Wajib –bagi yang sudah bernadzar iktikaf di Ramadhan-

2.Sunnah Muakkad

Malam seribu doa

“Tak ada yang lebih mulia di sisi Allah dibandingkan dengan doa.”

 

Referensi:
http://www.islam-qa.com/ar/ref/26753
Abu Ibrahim Al-Maqdisi; Misteri Lailatul Qadar Beribadah dengan Umur Tak Berbatas; Aqwam Media Profetika; 2007
Tim Nukhbawi Kabar48 (oleh Rahma Ariyani)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s