Antara Doa dan Rencana

ImageSetiap insan pasti memiliki rencana-rencana yang akan ia lakukan selama hidupnya. namun rencana-rencana tersebut belum tentu tercapai jika tidak sesuai dengan kehendakNya. manusia memang tidak pernah puas. terkadang keinginannya lebih banyak daripada usaha yang ia lakukan untuk meraihnya. ada pula yang hanya mengandalkan usahanya tanpa upaya untuk meminta padaNya Yang Maha Menentukan. dalam mewujudkan segala harapan dan keinginan kita, jangan lupakan hal yang satu ini: Doa. kesempatan yang Allah berikan kepada setiap ciptaanNya dengan begitu mudah dan murah; tanpa syarat dan dapat dilakukan kapan saja.

Meskipun berdoa adalah sesuatu yang mudah dilakukan, tau kah kita kalau ada etika dalam berdoa? ya, ada! lho katanya gak ada syaratnya, ini apa? hmm. coba kita pikirkan, bagaimana sikap kita ketika kita meminta sesuatu kepada bos atau dekan kita? tentunya ada etikanya kan? harus berpakaian rapi, ucapan halus, dan lain-lain. tidak mungkin kita sekonyong-konyong memintanya begitu saja. siapa kita di hadapan mereka? nah, itu dia, begitu juga ketika kita meminta sesuatu kepada Allah. ada etika yang harus kita perhatikan.

  1. Jangan tamak. Doa merupakan wujud rasa cinta seorang hamba terhadap Allah, sekaligus pengakuan atas kebutuhan akan pertolonganNya. ingatlah selalu bahwa Allah-lah yang menentukan apakah keinginan kita akan terkabulkan atau tidak. Allah-lah yang memiliki diri kita, bukan kita sendiri. ketamakan dalam berdoa hanya akan memunculkan rasa capek atas apa yang telah kita lakukan. sehingga memunculkan pula ketidakpercayaan dengan Allah. jika kita sudah tidak percaya pada Allah, apakah Allah akan mempercayakan kita untuk meraih keinginan yang kita pinta padaNya? mungkin tidak. “Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku tentang Aku. Dan aku bersamamu jika memohon kepada-Ku.” (Hadits Qudsi)
  2. “Sebaik-baik ibadah adalah doa”
    Doa adalah ibadah, jangan hanya meminta bagian untukmu. doa bukanlah sekadar permintaan yang hanya ditujukan untuk diri sendiri. alangkah lebih baik jika doa yang kita panjatkan bukan hanya untuk diri sendiri, panjatkan pula doa kita untuk keluarga, sahabat, teman, saudara seiman di seluruh penjuru dunia, dan orang-orang yang kita cintai di dalamnya. mari manfaatkan momen khusus ini untuk saling mendoakan, doa yang terbaik pastinya.
    Dari Ummu Darda’ dan Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya (muslim lainnya) yang tidak berada di hadapannya akan dikabulkan oleh Allah. Di atas kepala orang muslim yang berdoa tersebut terdapat seorang malaikat yang ditugasi menjaganya. Setiap kali orang muslim itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya, niscaya malaikat yang menjaganya berkata, “Amin (semoga Allah mengabulkan) dan bagimu hal yang serupa.” (HR. Muslim no. 2733, Abu Daud no. 1534, Ibnu Majah no.  2895 dan Ahmad no. 21708)
  3. Allah mengabulkan doa sesuai dengan apa yang Ia kehendaki, bukan apa yang kita kehendaki. jika rencana dan keinginan yang kita harapkan tidak sesuai dengan kehendakNya, meskipun dengan upaya dan doa yang maksimal, belum tentu akan tercapai. Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan, sedangkan kita tidak mengetahuinya. dan mungkin rencana dan keinginan kita itu bukanlah yang terbaik untuk kita. dan percayalah, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita inginkan.
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui…” (Qs.Al-Baqarah: 216).
  4. Jangan memaksa dan jangan mencela, maka bersabarlah. jika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan rencanakan, jangan lantas kita mencelanya. Jangan pula memaksakan apa yang mungkin belum saatnya Allah berikan kepada kita. Mari kita ambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami, dan dari apa saja yang Allah berikan kepada kita. Yakinkan saja bahwa itu memang yang terbaik untuk kita. Mari bersabar, jangan ragu untuk membenarkan janji Allah terhadap harapan kita. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Berilmu, Maha Adil dan Bijaksana.

Ada tiga keadaan yang berkaitan dengan dikabulkannya doa kita:

1. Dipercepat
2. Pahalanya disimpan untuknya di akhirat
3. Dihilangkannya kejelekan di dalamnya dengan yang setara dengan keinginannya.

Wallahu a’lam

Referensi:

http://www.arrahmah.com
http://www.dakwatuna.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s