Aktualisasi Diri, yuk

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak

Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi

sebuah penggalan puisi yang disampaikan oleh seorang akhwat (Subhanallah sekali kakak ini) dalam kajian kemuslimahan Nurani FKM UI 2013, dikutip dari buku karangan Salim A Fillah yang berjudul “Agar Bidadari Cemburu Padamu”.

Kemuliaan wanita sebanding dengan kemampuannya menjaga dan memelihara pandangan, lisan, akhlaq dan kehormatan diri serta keluarganya. Pada Allah sajalah ia tetapkan cintanya. Lewat ibadah yang khusyuk dan amal-amal yg berlapis ikhlas. Wanita mulia sejatinya bidadari. Penyejuk mata di dunia dan pendamping syuhada di surga.

“Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinannya, ikhlas dalam berjuang di jalan-Nya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya…”

Nah, berikut adalah tips untuk para muslimah, untuk bisa mengaktualisasi diri. Mengaktualisasi diri untuk mewujudkan mimpi

1. Meluruskan niat >> Mardhotillah
Segala sesuatu berasal dari niat. yup, niat adalah salah satu motor penggerak dalam melakukan apapun, termasuk semua hal yang ingin dicapai. Dalam menjalani kehidupan, mungkin sering kali merasa lelah, capek, bosan, dan lain-lain. Namun ingatlah, ketika niatnya hanya semata-mata karena Allah, hanya untuk mendapatkan RidhoNya, mengapa ia mengeluh? Tidak ada alasan untuk itu, kawan.. Jika ia merasakan hal-hal itu, ingat kembali niatnya, untuk siapa dan untuk apa itu semua? Jika ia sadar bahwa itu hanya untukNya, maka yang ada adalah semangat yang bertambah-tambah. SEMANGAT
2. Siap menanggung beban sebagai tabiat
Jika ia ‘terlanjur’ mengislamkan diri, ia tidak tanggung-tanggung untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah seorang muslimah. Dan dengan konsekuensi yang ada, apapun itu, ia bersiap untuk menanggung beban bahwa itulah tabiatnya, itulah perilakunya. Bersabarlah, banggalah dengan itu semua.
3. Pemantapan ruhiyah sebagai motor penggerak utama
Ruh yang senantiasa diperbaharui pasti akan semakin mantap. Dan ia jadikan itu sebagai penggerak utamanya. Ketika ia futur, banyak masalah, galau, dan lain-lain, ia memperbaharui ruhiyahnya. Perbanyak tilawah, dzikir, mengkhusyu’kan sholat, dan sebagainya. Karena dengan mengingatNya, semakin dekat ia denganNya, maka segala macam problema akan mampu ia lalui dengan ringan. Dan ketika ia jatuh, maka ruh lah yang akan mendirikannya kembali.
4. Kerja cepat sebagai sebuah karakter
Akhwat, bukanlah orang yang lemah. Justru akhwat memiliki tanggungjawab yang juga besar jika dibandingkan dengan ikhwan. Ia dibebankan untuk mengandung, melahirkan, mendidik anak, dan merawatnya. Tak hanya itu, akhwat juga pasti memiliki segudang keinginan yang ingin dicapai dan kegiatan yang harus ia kerjakan. Untuk mengcover itu semua, ia harus bisa kerja cepat, sigap, dan cekatan dalam melakukan segala aktivitasnya. SEMANGAT
5. Keteguhan sebagai benteng jiwa
Seorang akhwat adalah seseorang yang sangat lembut. Dalam bertingkah laku pun, ia harus tetap menjaga izzahnya sebagai seorang wanita muslimah. Dalam kelembutannya itu, ia bisa menjadi bumerang, mudah sekali dipengaruhi oleh orang lain. Maka sangat diperlukan keteguhan dalam hatinya, agar ia dapat membentenginya dari hal-hal yang menentangnya dan mengganggu izzahnya.
6. Pengorbanan sebagai semangat jiwa
Segala sesuatu pasti memerlukan pengorbanan, dan pasti ada yang dikorbankan untuk mencapai sesuatu itu. Dan seorang muslimah menjadikan pengorbanan itu sebagai semangat jiwanya, karena ia tahu bahwa tidak mudah dalam berjuang dan memerlukan pengorbanan. Dengan mengingat pengorbanannya itu tak mudah, ia jadikan pengorbanan itu sebagai semangat jiwanya.
7. Cinta sebagai semangat dakwah
“Dakwah adalah cinta. dan cinta meminta segalanya darimu. …” sebuah kutipan indah dari Alm. Ust. Rahmat Abdullah yang mengingatkannya bahwa dalam berdakwah harus ada cinta. Apa sih yang akan dilakukan seseorang bila ia sudah cinta terhadap sesuatu? yup. pengorbanan. Apapun ia korbankan untuk sesuatu itu. Seperti itulah dakwah, jika ia sudah cinta, apapun akan dikorbankan, dan itu akan menjadi semangat tersendiri dalam menjalaninya.
 
8. Keikhlasan sebagai puncak aktivitas
Segala amal yang tidak dilakukan dengan ikhlas, maka akan tertolak. Aktivitas seseorang memang berbeda-beda, namun adakalanya aktivitas tersebut bertumpuk, banyak, dan terasa amat sangat sulit. Dalam kondisi seperti ini, keikhlasan seseorang diuji, seberapa ikhlas ia melakukannya.
9. Berharap surga sebagai balasan
Ketika niatnya hanya untuk mendapat Ridho Allah, tabiatnya baik, ruhiyahnya mantap, karakternya bagus, ia teguh, semangat, cinta, dan ikhlas terhadap dakwah, maka tak ada keinginan lain yang lebih besar daripada balasan surga untuknya.
Semangat wahai muslimah.. kita tangguh! kita bisa mengaktualisasikan diri kita, menunjukkan diri kita pada dunia bahwa kita bisa, menunjukkan kepada akhirat bahwa kita mampu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s