Tentang Langit Malam

setiap kali melihat langit malam,
aku teringat saat itu
ketika kita duduk berdua
di sebuah kursi, di depan masjid, di atap sebuah mall
ya, hanya berdua

memandangi sebuah lingkaran putih nan anggun
tepat di hadapan kita
bersinar, yang wajahmu pun bersinar seperti benda itu
indahnya…

aku ingat saat itu
ketika kita berpegangan tangan
mengutarakan asa kita bersama
ketika kita menikmati nuansa ukhuwah terindah

dan setiap melihat langit malam
bersama terangnya rembulan meski tanpa bintang,
aku ingat dirimu

aku membayangkan kalau kita sedang berpegangan tangan
menatap ke arah yang sama
mengucap kata yang sama
dengan senyum yang memesona

“indah ya… seperti persahabatan kita ^_^”

untukmu, Dinda
aku rindu dirimu, kawan…
kapan dirimu pulang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s