Telunjuk yang Bersyahadat

Ini adalah kisah dari Sayyid Quthb rahimahullah, kisah yang menginspirasi setiap insan yang sadar akan kebenaran tuhannya, menggetarkan hati setiap mereka yang melihat kejadiannya, bahkan mereka yang hanya mendengar kisahnya.
-ada hati yang terguncang-

diawali dengan penangkapan yang berujung penahanan beliau di penjara militer. beliau disiksa bersama para ulama lain yang menentang pemerintahan di kala itu. para ulama itu difitnah sebagai pengkhianat negara yang telah bekerja sama dengan agen Zionis Yahudi.

berbagai siksaan diterpakan kepada para tahanan, hingga para penjaga menyaksikan berbagai peristiwa yang tidak dapat dimengerti, “kami menyaksikan para ‘pengkhianat’ ini senentiasa menjaga shalat mereka. bahkan senantiasa berusaha menjaga teguh qiyamullail setiap malam, dalam keadaan apapun. ketika ayunan pukulan dan cambukan memecah daging mereka, mereka tidak berhenti untuk mengingat Allah. lisan mereka senantiasa berdzikir meski tengah menghadapi siksaan berat.”

Sayyid Quthb adalah salah satu yang difitnah sebagai pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. beliau telah mengalami siksaan yang amat berat hingga tak mampu lagi untuk berdiri. beliau harus diseret ke Pengadilan Militer ketika akan disidangkan. suatu malam keputusan telah sampai kepadanya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.

malam itu seorang syeikh dibawa menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkan kepada Allah, sebelum dieksekusi. sang syeikh berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah laa ilaaha illallaah…” Sayyid Quthb hanya tersenyum sembari berkata, “Sampai juga engkau wahai Syeikh, menyempurnakan seluruh sandiwara ini? ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan menegakkan kalimat laa ilaaha illallaah, sementara engkau mencari makan dengan laa ilaaha illallaah.”

sampai juga kepada hari eksekusi itu. di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan mengguncang jiwa itu, mereka hadir menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan.

ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling bertausiyyah kepada saudaranya, untuk tetap teguh dan sabar, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di surga, bersama dengan Rasulullah tercinta dan para sahabat. tausiyyah ini kemudian diahkiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR WA LILLAHILHAMD!”. semua yang menyaksikan bergetar mendengarnya.

di saat yang genting itu, terdengar bunyi mobil datang. seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dan mendekati Sayyid Quthb dan menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap presiden kita yang pengasih. Anda hanya perlu menulis sebuah kalimat saja sehingga Anda dan kawan-kawan anda akan diampuni.”

perwira tersebut lantas bersegera mengeluarkan notes kecil dan sebuah pulpen lalu berkata, “Tulislah Saudaraku, satu kalimat saja… ‘Aku bersalah dan aku minta maaf’…”

Sayyid Quthb mengatakan sebuah kalimat yang takkan terlupa:

“Telunjuk yang senantiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalat, menolak untuk menuliskan barang satu huruf pun penundukkan atau menyerah kepada rezim Thawgut…”

Sayyid menatap perwira itu dengan matanya yang bening. satu senyum tersungging dari bibirnya. lalu dengan sangat wibawa beliau berkata, “Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupaan dunia yang fana ini dengan akhirat yang abadi.”

perwira itu berkata dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mencekam. “Tetapi Sayyid, itu berarti kematian…”

Sayyid berkata tenang,

“Selamat datang kematian di jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!”

mereka yang hadir diam seribu bahasa, tak mampu berkata apapun. mereka menyaksikan gunung yang tinggi menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. dialog itu tidak dilanjutkan dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan.

Sayyid Quthb, gugur sebagai syuhada di tiang gantung demi menegakkan kalimat syahadatain. kalimat yang bibir mereka selalu basah dengannya. kalimat yang juga ingin terucap di bibir manusia biasa ini di penghujung usianya, menghadap Rabbnya. Aamiin…

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadarrasuulullaah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s