Syahadatain

kita tahu bahwa syahadatain adalah rukun Islam yang pertama. mengapa ditaruh pada posisi pertama? karena kalimat syahadatain adalah pintu masuk seseorang untuk beragama Islam. ia menjadi ruh, inti, dan landasan seluruh ajaran Islam. Asyhadu allaailaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasuulullah

pada dasarnya setiap manusia telah bersyahadah Rububiyyah di alam arwah. kesaksiannya langsung diucapkan kepada Allah Ta’ala, sebagai taken contract dirinya yang meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan dirinya adalah milik Allah. namun sayangnya tidak semua manusia terlahir dari rahim wanita muslim. orang tua merekalah yang menyebabkannya beragama selain Islam. bersyukurlah bagi orang-orang yang terlahir dari rahim seorang muslimah karena dapat menikmati indahnya Islam sejak ia dilahirkan. Alhamdulillah

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan), atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?” (Q.S Al A’raf: 172-173)

pernyataan syahadat di alam arwah itu tidaklah cukup untuk menjadi muslim seutuhnya. syahadatain harus terus diperbaharui, mengingat banyaknya perilaku kita yang mungkin secara sengaja atau tidak sengaja membatalkan syahadat itu sendiri. maka dari itu, dalam sholat, kita perbaharui syahadat kita dengan sepenuh hati dan pemahaman, bukan asal ucap sebagai bacaan sholat saja. aplikasikan pula syahadatain ke dalam kehidupan kita. 

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu`min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (Q.S Muhammad:19)

untuk merealisasikan syahadatain kita, kita harus berinteraksi dengan kandungan makna syahadatain yang didasari oleh cinta kepada Allah dengan penuh keimanan. sehingga melahirkan sikap Ridha, sikap menerima, kepada Allah, Islam, dan Rasul. sehingga mendapatkan sibghah (celupan) Allah, keimanan yang tidak disertai kemusyrikan, sehingga  apa yang Allah berikan akan terserap kepada kita. 

dengan hati, merubah keyakinan menjadi niat yang lurus.
dengan akal, merubah pemikiran menjadi sistem.
dengan jasad, merubah amal menjadi pelaksanaan.

semoga syahadatain menjadi kalimat penutupku, menjadi kalimat yang akan membawaku kepada Rabbku. aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s