Tawadhu

“Mengapa sampai saat ini belum ada yang mampu mengalahkan Rasulullah dalam mengubah peradaban, yang hanya dilakukannya dalam waktu 20 tahun, yang hasil peradabannya masih ada dan akan terus ada? Jawabnya: karena Rasulullah begitu dicintai dan dirindukan oleh umatnya”

pernyataan di atas adalah sedikit kutipan yang aku ambil dari murabbiku. di dalamnya terdapat satu poin yang dapat kita ambil pelajaran, yakni menjadi orang yang dicintai untuk menjadi orang yang berpengaruh.

menjadi orang yang dicintai oleh orang lain bukanlah suatu kesengajaan, ini murni sebagai hasil dari apa yang kita perbuat kepada orang lain. salah satunya menjaga sifat tawadhu.

Ibnu Hajar berkata, “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.” (Fathul Bari, 11: 341)

Imam Asy Syafi’i berkata, “Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.” (Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 304)

‘Abdullah bin Al Mubarrok berkata, “Puncak dari tawadhu’ adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya.” (Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 298)

salah satu kemuliaan sifat tawadhu adalah menghadirkan sikap adil, sehingga disayangi dan dicintai di tengah-tengah manusia. sebagai manusia, kita tidak hanya berbuat baik kepada Allah (hablumminallah) tapi juga harus berbuat baik kepada manusia (hablumminannaas). dalam menjaga hubungan baik dengan manusia tersebut, kita sebaiknya menjaga akhlak kita terhadap mereka.

beberapa bentuk sifat tawadhu ditunjukkan dengan sikap sebagai berikut:

1. menerima pendapat dan lapang dada dengan kritikan orang lain.

2. tidak merasa lebih hebat dengan diri dan pendapatnya.

3. berpenampilan sederhana, baik secara fisik maupun gaya hidup.

4. tidak riya’. riya’ dalam hal apa saja yang telah Allah berikan kepada kita maupun dalam hal apa saja yang kita usahakan untuknya. riya’ bukan hanya terbatas pada ucapan. sebab, lisan kita tidak cukup dengan mulut, bisa juga dengan apa yang kita tulis (dalam media sosial dan lain-lain).

5. memenuhi undangan baik kaya maupun miskin. terkadang kita salah mengartikan bahwa orang kaya tidak pantas disambut dengan hal kecil, dan orang miskin terlalu berlebihan jika disambut dengan hal besar. padahal seharusnya adalah sebaliknya, berikan yang terbaik untuk mereka. hal ini bukan berarti untuk menyombongkan diri, namun untuk meninggikan dan menghormati mereka.

6. menerapkan ilmu padi dalam hidupnya, “Semakin tua semakin merunduk“. maksudnya mengedepankan kelebihan orang lain atas dirinya.

7. semakin matang dan dewasa, semakin berkurang ketamakan nafsunya. maksudnya adalah bahwa semakin dewasa harus bisa memilah apa yang dibutuhkan dengan apa yang diinginkan. sehingga tidak ada rasa kurang dalam hidup karena merasa bahwa segala kebutuhannya telah tercukupi.

8. rajin sedekah, dermawan, dan suka menolong.

berhati-hatilah terhadap sifat sombong, karena bisa jadi Allah akan memalingkan wajahNya terhadapmu atau memalingkan wajahmu terhadap nikmatNya, sehingga kamu akan sulit membedakan mana yang merupakan nikmat dan mana yang bukan nikmat.

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.” (Q.S. Al-A’raf:146)

 

Referensi:

Tuasikal, Muhammad Abduh. “Memiliki Sifat Tawadhu'”. http://rumaysho.com. 16 November 2011 (dikutip pada 28 Januari 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s