ketika amanah di depan mata…

“Menjadi pemimpin itu harus disukai

Jika tidak, mundurlah

Jika tidak bisa mundur, berubahlah

Karena yang dibutuhkan oleh jundi bukanlah kepintaran kita

Tapi kualitas kedekatan kita pada mereka

Pemimpin yang tidak disukai, sulit untuk mengarahkan jundinya

Sulit untuk dekat dengan jundinya

Maka berusahalah membuat orang untuk “menyukai” kita

Sekalipun tidak ada jaminan amanah itu akan sampai pada kita

Setidaknya, peran sebagai sesama saudara telah coba kita tunaikan

Yaitu menjadi orang yang memberikan kenyamanan saat kita ada di dekat orang lain

Kepintaran dan kecerdasan akan terlihat dengan sendirinya

Sehingga hal tersebut akan menjadi pertimbangan kesekian orang untuk memilih pemimpin

Selamat berjuang untuk para pemimpin masa depan”

pesan seorang kakak yang begitu luar biasa. pesan ini disampaikan saat amanah telah menanti di depan mata. semula aku enggan mengambil amanah itu karena memang aku tidak tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengannya.

kebutuhan lah yang menarikku kedalamnya. orang-orang sekitarku terlanjur mempercayakan aku untuk mengambil amanah itu. yah, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan saat itu. kalaupun aku ceritakan, mereka akan terus menorongku kedalamnya. dan itu terbukti.

teringat pesan ini, aku berpikir, “memang perlu ya, pemimpin yang dicintai. mengapa?” karena tanpa ada cinta, tidak akan ada rasa percaya. tanpa rasa percaya, semua akan terjerumus pada kepura-puraan. kalau sudah demikian, apakah pekerjaan itu akan berkah? apakah Allah ridho? TIDAK!

beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan kakak yang lain, yang juga luar biasa. beliau memberiku wejangan tentang pentingnya kami berada di segala lini.

“Islam itu kaffah, menyeluruh. kita sebagai orang Islam harus bisa menyeluruh juga. kita harus ada di segala lini. kalau bukan kita yang ada di dalamnya, apa kalian tega tempat itu rusak tanpa pemahaman? dulu, aku juga ingin disini dan disana. tapi kebutuhan berkata lain. aku harus disini untuk menjaga tempat ini. begitu pula kalian. jangan hanya merasa aman di zona nyaman kalian…”Image

bismillah, aku coba ambil amanah itu. semoga Allah menunjukkanku rahasiaNya kelak. aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s